Catatan Betmen

Nov 12, 2012

Pecahnya Ramadhan Kita



Oleh Muhibussabri Hamid
Indonesia diakui sebagai Negara luas dengan muslim terbanyak di dunia. Menganut sistem kebebasan dalam menjalankan keyakinan masing-masing. Lebih dari empat agama diakui di Indonesia. Begitu toleransinya hukum yang kita punya, melindungi semua kepercayaan dan keyakinan rakyat.
Islam menjadi agama terdepan dalam tatanan masyarakat, juga sebagai objek utama dalam hukum. Dan diharapkan bisa menjadi penjaga serta contoh bagi pemeluk agama lain dalam menjalankan keyakinannya. Namun kita masih saja kecolongan dalam hubungan sesama Islam.
Kita menghormati perbedaaan, kita menghargai pendepat yang berlawanan. Terkadang alasan ini bukan satu-satunya pijakan  demi kemaslahatan umat. Bisa saja, akan membuat muka Islam semakin retak. Tak usah jauh-jauh, lihat saja Ramadhan kita. Semakin lama, semakin banyak perbedaan tanggal mulainya puasa.
Masalah agama sensitif, masalah Islam juga tak kalah sensitifnya. Perbedaan dalam tubuh, jika tidak diselesaikan akan menjadi duri, membuat busuk daging, menjadi momok yang menakutkan dikemudian hari. Bisa jadi dikarenakan perbedaan metode dalam menetapkan tanggal mulai ramadhan. Tapi masih bisa lah, kita berembuk untuk mengambil satu suara yang menjadi rujukan.
Kita masih punya banyak masalah pribadi dalam menyatukan Islam. Padahal kita sudah punya lembaga yang sah untuk menetapkan kepentingan kita bersama. Jika kita sudah tidak percaya dengan mereka, kenapa tidak duduk bersama. Menunjukkan dimana ketidakbecusan yang mereka lakukan, agar bisa diperbaiki dikemudian hari. Bukan membuat kubu baru.
Kita punya pengikut, dan akan diikuti baik ketika itu menyatu dalam lembaga pemerintah atau membuat kubu baru. Mereka akan mengikuti apa yang kita taklidkan. Lalu jika satu sama lain saling bertaklid maka rakyat akan semakin bingung dengan Islam . Lalu kapan kita menjadi contoh, sementara kita masih berkubu-kubu. Jangan lah, dikarenakan kita sudah lebih dulu berdiri menjadikan umat Islam terpecah-pecah.
Saudi sendiri tidak mengenal perbedaan hari awal Ramadhan. Mereka kompak dan sepakat kapan mulai puasa, tentu saja dengan ketentuan-ketentuan yang diajarkan Rasullullah. Lalu Mesir, disana tak kalah banyaknya kubu-kubu, namun tetap penetapan tanggal puasa mengikuti arahan dan ketetapan lembaga berkaitan. Dalam hail ini Dar al Al-Ifta sebagai lembaga resmi fatwa.
Dalam Pelatihan Fatwa yang diadakan oleh Dar Al-Ifta Al-Masriah, masalah perbedaan fatwa di Indonesia hangat diperbincangkan. Dr. Amru Wardani sendiri, masih belum terlalu memahami, kenapa ini berlanjut dari tahun ke tahun. Padahal lembaga resmi sudah terbentuk sejak lama. Dan di Indonesia dalam hal ini di wakili Kementerian Agama (Kemenag).

Pemerintah harus lebih terbuka dalam hal ini, artinya harus ada sebuah upaya untuk menyatukan pendapat dengan ormas-ormas. Kenapa kita tidak bisa menyatukan semua pihak, apa yang menjadi hambatan. Selama ini, yang keluar hanya perbedaan-perbedaan tanpa alasan yang jelas untuk bisa ditengahkan.
Sebagi ormas kita harus menghargai kepentingan bersama, bukan cuma kepentingan kelompok.  Kita bisa mengharapkan keputusan kita dihormati dan dihargai ormas atau pemerintah. Sementara kita tidak bisa menghargai keputusan pemerintah dan ormas lain. Semua dari kiita punya sikap, jangan jadikan rakyat sebagai kambing hitam. Seyongyanya kita mengarahkan pemerintah, bukan meninggalkannya dengan alasan kelompok.
Kita berdoa, semoga hari raya Idul Fitri kali ini, tidak seperti sebelumnya. Akan sangat membahagiakan jika kita bisa berhari raya di hari yang sama tanpa perbedaan. Dalam payung Islam, bukan kelompok atau kubu.
Semoga umat Islam tidak semakin bingung dan berlarut-larut dalam perbedaan. Harapannya kedepan semua keputusan Islam bisa menyatu dengan alasan yang jelas, demi kemaslahatan umat. Kita sudah cukup kebingungan dengan keadaan Negara, jangan bertambah bingung dengan agama. 
Wallahu a'lam.
*diupdate dengan sedikit perubahan. tulisan ini telah dimuat pada website : www.suaraaceh.com pada tanggal : 21 Juli 2012. 
Linknya : http://suaraaceh.com/kolom/tulisan-kolom/opini/1672-pecahnya-ramadhan-kita-akibat-kelompok.html

0 Coment:

Post a Comment

Popular Posts

bilhalib.blogspot.com. Powered by Blogger.