Showing posts with label Feature. Show all posts
Showing posts with label Feature. Show all posts
Jul 2, 2016
May 30, 2015
Pelukan Lelap
Author: Unknown |
1:34 PM |
No Comments |
![]() |
| google image |
Jika hamba menguap langit selalu membuka pelukan lelap. Ditiupi angin menjelajahi bentangan, menjadi butiran hujan, menyatu bersama tanah dan debu.
Setinggi apa beta melompat, dunia mesti melaknat. Ia berbisa dan berkhianat, tapi tanah tetap menerima, walau setinggi dan sejauh apa hamba menjauh.
Dengan langit kita selalu kaya karena keluasannya, sebab hanya dianya pula yang hamba bisa melihat dan memilikinya. Setiap waktu kapan dan dimanapun nantinya.
Setinggi apa beta melompat, dunia mesti melaknat. Ia berbisa dan berkhianat, tapi tanah tetap menerima, walau setinggi dan sejauh apa hamba menjauh.
Dengan langit kita selalu kaya karena keluasannya, sebab hanya dianya pula yang hamba bisa melihat dan memilikinya. Setiap waktu kapan dan dimanapun nantinya.
Kita Menikah Di Syurga
Author: Unknown |
1:31 PM |
2 Comments |
![]() |
| google image |
Imam Baihaqi bersyair, "Manusia terlalu berlebihan bicarakan wanita. Mereka kata, cinta wanita itu dahsyatnya bencana. Padahal bukanlah cinta wanita sebagai malapetaka, tapi dekat dengan orang yang tidak dicintai timbulkan bencana".
"Atani hawaha qabla an a'rifa al-hawa, fashadafa al-qalba khaliyan fatamakkana".
(Cinta mendatangiku sebelum aku sendiri tahu tentang cinta, cinta itu menemui hatiku yang sedang kosong dan menetap disana).
"Atani hawaha qabla an a'rifa al-hawa, fashadafa al-qalba khaliyan fatamakkana".
(Cinta mendatangiku sebelum aku sendiri tahu tentang cinta, cinta itu menemui hatiku yang sedang kosong dan menetap disana).
*Kita Menikah di Syurga.
Antologi Cerpen Aneuk Nanggroe.
-T. Miftahul Hendra S. Dkk.
Antologi Cerpen Aneuk Nanggroe.
-T. Miftahul Hendra S. Dkk.
Diterbitkan Dept. Litbang dan Publikasi KMA Periode 2006-2007.
Dia Akan Menjemputmu
Author: Unknown |
1:25 PM |
No Comments |
![]() |
| google image |
Hidup di dunia ini hanya sebentar saja, sungguh maut akan menjemput, membawa kita menuju kehidupan yang dijanjikan.
Hari ini mungkin mereka, dia atau siapa saja dipanggil kembali oleh Allah Swt., mungkin sebentar lagi, esok atau lusa giliran kita akan datang. Tidak ada yang tau pasti kapan maut memanggil kita.
Ah, seandainya saja kita tau berapa nomor antri kita, mungkin kita bisa bersiap, bertobat meminta maaf pada semua yang pernah kita dhalimi baik dengan lisan maupun perbuatan.
Seandainya saja kita tau hitungan nafas yang tersisa, mungkin kita akan islah, memohon pinta-pinta keampunan, husnul khatimah pada Allah pemilik hidup kita.
Hari ini mungkin mereka, dia atau siapa saja dipanggil kembali oleh Allah Swt., mungkin sebentar lagi, esok atau lusa giliran kita akan datang. Tidak ada yang tau pasti kapan maut memanggil kita.
Ah, seandainya saja kita tau berapa nomor antri kita, mungkin kita bisa bersiap, bertobat meminta maaf pada semua yang pernah kita dhalimi baik dengan lisan maupun perbuatan.
Seandainya saja kita tau hitungan nafas yang tersisa, mungkin kita akan islah, memohon pinta-pinta keampunan, husnul khatimah pada Allah pemilik hidup kita.
Tuan, lidah tak bertulang. Mungkin kemarin, hari ini atau bisa jadi esok. Kita menyakiti makhluk tuhan, yakinlah pada waktunya kita akan menerima balasannya.
Kawan, percayalah Tuhan tidak akan pernah terdhalimi dengan maksiat yang kita kerjakan, justru sebaliknya. Kemaksiatan yang kita kerjakan, akan bersarang bersama kita hingga hari pembalasan kelak.
*"Innallaha yuhhibbut tawwabina wa yuhibbul muthathahhirin".
Teruslah bermuhasabah. Pintalah maaf, berilah kemaafan. Semoga Allah mengampuni kita atas segala khilaf yang hamba kerjakan, dan mengumpulkan kita kelak bersama orang-orang yang diridhai-Nya.
*Allahumma innaka a'fuwun karim halim, tuhibbul afwa fa'fu anna ya karim!
Ya karim... ya Halim...!
Damai?
Author: Unknown |
1:17 PM |
No Comments |
![]() |
| google image |
Mereka (baca; muallaf) damai dengan berislam, mengambil berbagai resiko hidup, masa depan bahkan dengan keluarga mereka sendiri. Karena mereka merasa mendapatkan kedamaian dengan memilih Islam sebagai punca guide of life.
Mereka lahir dan besar dalam komunitas non-Islam (gelap dan kosong). Berusaha mencari cahaya untuk mengisi kekosongan hidup dan hati. Setelah berislam, hidup yang tadinya kosong terisi. Mereka menemukan arti dan tujuan hidup. Mereka mengikuti guide yang Allah tetapkan. Mereka damai!
Nah tanyakan pada kita, apakah kita yang lahir dan besar dengan komunitas Islam, merasa damai seperti yang mereka rasa. Tanya kenapa?
Mereka lahir dan besar dalam komunitas non-Islam (gelap dan kosong). Berusaha mencari cahaya untuk mengisi kekosongan hidup dan hati. Setelah berislam, hidup yang tadinya kosong terisi. Mereka menemukan arti dan tujuan hidup. Mereka mengikuti guide yang Allah tetapkan. Mereka damai!
Nah tanyakan pada kita, apakah kita yang lahir dan besar dengan komunitas Islam, merasa damai seperti yang mereka rasa. Tanya kenapa?
Munajat
Author: Unknown |
1:11 PM |
No Comments |
![]() |
| google image |
"Apa yang mengisi ruang hati manusia, kesanalah ia akan bermunajat".
Seorang hamba yang hatinya diisi oleh kecintaan kepada Allah Swt. akan selalu melihat dunia sebagai ladang 'liqa illah'. Ketika nafsunya mengajak bermaksiat, akan tertahan dengan panggilan takut akan azab Allah.
Pun begitu, jika hati kita diisi oleh kecintaan kepada hamba Allah (baca; perempuan). Maka seisi tubuh bergerak mengikuti irama yang didendangkan sang hati. Bahkan mungkin ketika orang tua menasehatinya, panggilan mereka tidak lagi berwujud dimata dan telinganya.
Lihat saja katagori lain, kita manusia yang ruang hatinya dipenuhi angan-angan harta, kekayaan, pangkat, jabatan dan lain sebagainya. Mereka akan bergerak, mengalir bermunajat kepada apa yang terisi di hatinya.
Semoga kita selalu berusaha mengisi hati dengan kecintaan kepada-Nya, agama-nya, halaqah Al-Qur'an, Halaqah Hadis dan Majelis Ilmu.
*Allahummaj'alna minattauwabina waj'alna minal muthatahhirin wajalna min i'badika asshalihin.
Seorang hamba yang hatinya diisi oleh kecintaan kepada Allah Swt. akan selalu melihat dunia sebagai ladang 'liqa illah'. Ketika nafsunya mengajak bermaksiat, akan tertahan dengan panggilan takut akan azab Allah.
Pun begitu, jika hati kita diisi oleh kecintaan kepada hamba Allah (baca; perempuan). Maka seisi tubuh bergerak mengikuti irama yang didendangkan sang hati. Bahkan mungkin ketika orang tua menasehatinya, panggilan mereka tidak lagi berwujud dimata dan telinganya.
Lihat saja katagori lain, kita manusia yang ruang hatinya dipenuhi angan-angan harta, kekayaan, pangkat, jabatan dan lain sebagainya. Mereka akan bergerak, mengalir bermunajat kepada apa yang terisi di hatinya.
Semoga kita selalu berusaha mengisi hati dengan kecintaan kepada-Nya, agama-nya, halaqah Al-Qur'an, Halaqah Hadis dan Majelis Ilmu.
*Allahummaj'alna minattauwabina waj'alna minal muthatahhirin wajalna min i'badika asshalihin.
Ayo Berakhlaq!
Author: Unknown |
1:07 PM |
No Comments |
![]() |
| google image |
Akhlak bisa menembus dimensi apapun, terhadap siapapun dan diwaktu kapanpun. Manusia yang berakhlak baik disayang Allah Swt. Juga disayang oleh hamba-nya.
Bahkan manusia yang hatinya keras bisa membedakan akhlak yang baik dan akhlak yang kurang baik. Ayo kita sama-sama berusaha mencontohi akhlak Rasulullah Saw.
Bahkan manusia yang hatinya keras bisa membedakan akhlak yang baik dan akhlak yang kurang baik. Ayo kita sama-sama berusaha mencontohi akhlak Rasulullah Saw.
Jul 4, 2014
Belpres
Author: Unknown |
9:28 AM |
No Comments |
![]() |
| google image |
Sudah dua kali pemilu saya memilih alpa. Terkhusus untuk pemilihan
presidennya. Kalau untuk perwakilan DP Luar Negeri memang di luar agenda. Tak
satupun manusia-manusia yang bergambar di kertas mahal tersebut saya kenal.
Jadi saya memilih agenda lain daripada berhadir ke TPU.
Pilpres kali ini saya mencoba memberi ruang untuk
meyakinkan diri sendiri bahwa saya harus ikut serta memberikan suara milik
saya. Siapa tau dengan keikutsertaan saya sedikit tidaknya akan menambah rasa
percaya saya untuk pemimpin kita dimasa depan.
Idealnya setiap calon membuat banyak-banyak sukuran
bersama-sama anak yatim dan fakir miskin. Membantu sekolah-sekolah anak-anak
terlantar dan panti-panti jompo. Begitu sejatinya manusia yang akan saya coblos
pada pemilu kali ini.
Atau relawannya membuat terobosan-terobosan seperti
Konser Amal Untuk Menyekolahkan Anak Jalanan (KAUMAJ), atau Sehari Membersihkan
Kota (SMK) atau memberikan kesejahteraan masyarakat kecil, seperti Sekarung
Beras Untuk Fakir-miskin (SBUF) dan lain sebagainya.
Ini kan lagi bulan puasa, bulan ramadhan. Toh kalaupun
presiden mereka tidak terpilih setelah membuat manuver-manuver yang tersebut
diatas. Mereka akan dapat pahala karena bersedeqah apalagi bulan ramadhan
(terlepas dari faktor lain). Pahalanya bakalan berlipat ganda. Sungguh banyak
sekali keutamaan bagi orang yang bersedeqah.
Pilpres kali ini dua kubu, hanya dua kubu. Satunya PRBW-HT
satunya lagi JKW-JK, hah! Dua-duanya punya kelebihan dan dua-duanya punya
kekurangan. Dan begitulah setiap manusia punya masa lalu, dan sebaiknya kita
memikirkan masa depan (kawan saya yang bilang begitu).
Bagi saya kedua kubu merupakan sosok, baik itu sosok yang
akan memperbaiki bangsa atau menjadi lintah baru penghisab darah rakyat, APBN,
proyek-proyek rekayasa. Keduanya punya potensi!
Mungkin kedua sosok Capres dan Wapres diatas baik mereka
sediri atau pendukung keduanya/relawan keduanya sedikit banyak sudah banyak melakukan maneuver-manuver yang
saya cita-citakan. Bisa jadi tidak terlalu terpublis di sosmed. Karena berita nya
sik-asik berbagi tentang keburukan-kebaikan-dan fitnah gila. Haha!
Saya memang punya pilihan. Namun tetap saja, rekayasa psy
war yang dikembangkan kedua kubu tidak menyenangkan sama sekali. Dan mereka
sedikitpun tidak menunjukkan proses demokrasi yang sehat, santun dan berkahlaq.
Cuma satu harapan anak muda kali ini. Siapapun yang
terpilih, kita harus tetap dewasa. Menerima hasil pilpres dengan lapang dada.
Walaupun tokoh yang kita usung tidak berhasil menguasai kursi kerajaan.
Tetap membumi, mendukung presiden terpilih dan
beraktifitas layaknya warga biasa yang baik, bersama-sama membangun endonesia
raya. Karena harapan itu masih ada pada kita, bukan pada mereka.
Selaku warga Negara Indonesia (masih) saya beserta
keluarga mengucapkan kepada seluruh warga Negara IND dimanapun anda berada.
Selamat menunaikan ibadah puasa, Kullu sanah wa antum minatthayyibin!
Jun 13, 2014
Hajatan Untuk Hari Lembu
Author: Unknown |
5:23 PM |
No Comments |
![]() |
| Google Image |
Zaman dahulu kala, tersebutlah disbuah kampung nan besar. Dengan manusia beragam macam. Rakyat disana hidup dengan tentram, tenang saling menghargai dan menghormati.
Saling mengingatkan ketika salah satu warga menyalahi aturan. Saling berbagi dikala mereka kesusahan. Menjaga orang-orang miskin yang kelaparan dan lain sebagainya.
Dikampung itu ada sebuah hajatan besar setiap beberapa tahun sekali diadakan, sebutlah hajatan pemilihan lembu terbaik dikampung. Tentu saja, pemenangnya akan mendapatkan Anugerah Lembu Terbaik (ALT). Merekalah yang nantikan akan memimpin dan menguasai pasar lembu.
Ketika hajatan inilah terlihat kelakuan dan gelagat aneh. Rakyat mulai saling mengujat dan mengejek demi memenangkan salah satu lembu idolanya. Padahal dua-dua yang mereka dukung dan jatuhkan adalah lembu.
Sampai-sampai sebagian mereka lupa mengurus anak istri dikarenakan asik memikirkan gimana caranya lembu mereka bisa memenangkan perlombaan tersebut. Ada juga yang membuang saja moralitas demi hiruk pikuk hajatan tersebut.
Berjuta-juta uang kampung dihabiskan untuk hajatan tersebut, dan uang tersebut adalah hasil jerih payah rakyat selama bertahun-tahun hanya dihabiskan untuk hajatan dua ekor lembu. Dan pemilik lembu tersebut akan memegang pasar lembu juga memakai cara-cara gaya lembu.
Mar 21, 2014
Ishlah. Catatan Maret (Memperbaiki Kesemrautan)
Author: Unknown |
5:36 PM |
1 Comment |
![]() |
| google Image |
"Tentu saja dengan cara membersihkan seisi kampung" Jawab si Kawan.
"Maksud anda?" Shalah kembali bertanya.
"Begini ya, pertama kita harus mensosialisasikan kepada masyarakat. Kemudia mengajarkan kepada mereka mengenai pentingnya keteraturan.
Yang lebih pentingnya kita harus mengajarkan generasi (red. pemuda, anak-anak) di dalam masyarakat tersebut mengenai keteraturan sehingga masalah seperti itu bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Jadi kita tidak berkutat dengan pekerjaan yang sama setiap tahun."
"Berarti bukan dengan marah-marah ya? Tanya si Shalah lagi.
"Tentu saja, jawabnya.
"Bukan dengan mengumbar aib orang kampung yang tidak teratur, bukan dengan menyebarkan isu-isu yang tidak kita ketahui kebenarannya tentang keburukan anak tetangga, mengupat, melaknat manusia yang tidak berlaku teratur". Tambahnya.
"Benar."
"Atau mencari tau keburukan pribadi-pribadi mereka, istri mereka, anak mereka, orang tua mereka bahkan sesuatu yang punya hubungan dengan keluarga mereka! Supaya mereka malu dan mau hidup teratur!
"Iya!
"Atau dengan mengagungkan kehebatan kampung tetangga sekaligus dengan menjatuhkan dan melecehkan kampung sendiri sebagai kampung kotor, tidak terurus dan tidak teratur. Lalu mereka secara serentak akan berubah untuk teratur."
Apa maksud kamu mengatakan seperti itu? Tanya si Kawan.
Pertama, tidak layak kita marah-marah kepada masyarakat yang tidak teratur. Bisa jadi mereka memang belum tau, mungkin mereka selama hidupnya belum pernah sekalipun pun tahu tentang keteraturan. Belum meilhat dunia yang teratur, selayaknya kita menjelaskan terlebih dahulu mengenai apa itu keteraturan, kebersihan dan ketentraman.
Lalu mengajak mereka sedikit demi sedikit pentingnya menjaga hal tersebut bukan dengan memarahi tanpa memahamkan masalah.
Kedua, megumbar aib adalah perbuatan yang dilarang dalam bermasyarakat. Bukankah tujuan kita mengajak masyarakat untuk teratur, bersih dan nyaman! Lalu apa hubungannya dengan menyebarkan aib? menyebarkan aib hanya akan membuat keadaan mereka semakin tidak teratur, tidak nyaman dan saling membenci.
Apalagi melaknat, hal tersebut akan menumbukan benih kebencian mereka terhadap keteraturan, padahal yang salah bukan keteraturan, melainkan kita yang mengajarkan dengan cara melaknat mereka yang kurang teratur.
Lalu apa alasan kita mencari dan mengorek aib seseorang? Keluarga mereka, anak, istri dan orang tua! Kalau hal tersebut menimpa diri kita, bagaimana kita akan meresponnya. Apakah kita akan menerima dengan lapang dada? Tentu saja tidak! Perbuatan tersebut sangat dibenci dan dilarang. Juga akan membuat masalah semakin rumit.
Kita selayaknya intropeksi diri, melihat anak kita, istri kita, orang tua, adik, kakak dan keluarga lainnya. Apakah mereka sudah berlaku teratur? Bersih dan tentram! Jadi jangan sampai kita mencak-mencak memarahi dan melaknat orang lain, adik kita justru yang kotor tidak terurus, abang kita tokoh amoral dan asusila. Kan lucu!
Hal yang terpenting dari semua ini, hendaknya Islah itu dimulai dari diri kita, kemudian orang yang terdekat dari kita (istri, anak, ibu, ayah, abang, adik dan anggota keluarga lainnya). Lalu sedikit demi sedikit meluar ke tetangga, masyarakat dan terus keatas sedikit demi sedikit.
Islhah itu sebaiknya dilakukan dengan mendidik bukan dengan cara-cara negatif, karena sesuatu yang keras akan luluh dengan cara yang lemah lembut. Kalau dihantam dengan benda keras, benda tersebut akan patah.
Hindari melaknat, berkata kotor, mencari keburukan, menyebarkan kebencian dan mencaci-maki. Sebab hal yang baik itu tidak diajarkan dengan cara yang tidak baik. Tidak layak makanan yang bersih diletakkan diatas atau didekat kotoran.
* (')_._(') Percakapan satu Kawan dangan Kawan yang lainnya. Dan Guwek penontonnya.
* Kalimat Keteraturan bisa saja diganti dengan kalimat lain semacam keilmuan, kecerdasan, kemaksiatan, pakaian, akhlaq dan kalimat-kalimat lainnya menurut selera, asalkan cocok dan padan dengan tulisan.
Feb 19, 2014
Bijak Bermedia!
Author: Unknown |
3:53 AM |
No Comments |

Google Image
Terlibat diskusi kecil dengan beberapa kawan kuliah, mengenai
ihwal sosial media (baca. sosmed) terutama facebook. Kami berbagi cerita sejauh
mana sudah katagori perubahan logika human touch terhadap dunia nyata. Nah,
cerita kami juga mencoba membaca karakter-karakter manusia-manusia sosmed dalam
meluapkan energi mereka termasuk di media koran, facebook, blog atau twitter
sekalipun.
Beberapa pengguna fb memamfaatkan media ini untuk mencari
pengaruh, promosi dan berjualan. Termasuk pengaruh sosial, politik dan ekonomi.
Dalam katagori ini mereka betul-betul memamfaatkan media untuk kebutuhan dan
fungsi media pada sebenarnya. Gaya ini mulai terkenal ketika Barack Hussein Obama memperkenalkan metode ini berhasil menarik
simpati rakyat untuk memilihnya.
![]() |
| Google Image |
Dalam katagori lain dakwah juga menjadi pilihan. Beberapa diantara tokoh-tokoh religius menyampaikan kalam-kalam langit dengan memamfaatkan media. Cara ini juga menuai efek positif. Mengingat terbukanya ladang dakwah baru. Sehingga pelarian manusia kedunia sosmed juga dibarengi dengan terbukanya ustad-ustad yang mau berdakwah disana.
Provokasi politik bahkan revolusi sekalipun dalam
dasawarwa sekarang bisa digerakkan oleh media. Arab Spring khususnya Revolusi
Mesir bisa dipastikan sangat kental pengaruh facebook. Bahkan hatta diseluruh
dunia pun dunia bisa membunuh dan menaikkan pamor rich human. Bahkan
untuk mencaci pun bisa masuk katagori ini.
Menggunakan pengaruh media ini untuk mencari jati diri
dan pelampiasan. Nah, ini katagori yang menarik ketika kami bahas. Sosmed memang
tempat pelarian, berjualan dan membuka wawasan. Hanya saja kebanyakan dari kita
bahkan tidak tau batasan-batasan untuk tidak men-generalisir semua hal untuk semerta-merta
ditumpahkan.
Seorang murid saat ini sudah tau aktifitas apa saja
yang dilakukan gurunya dirumah. Kemana saja gurunya pergi dengan cara melihat fb
mereka.
Entah karena anak-anak sudah tidak tau berguru dimana atau memang mereka sudah kudu jauh melangkah! Mereka pun mencoba mencari jati diri didunia maya. Melihat, membaca dan memperhatikan aktifitas dunia ini kemudian menjadikannya sebagai patokan utama hidup mereka.
Nah, dua hari yang lalu saya berziarah kerumah guru kami. Beliau baru saja aktif di facebook. Ketika kami mengapresiasikan kalam-kalam mauidzah di status yang beliau tuliskan sehari dua kali. Terutama menyangkut nasehat kepada penuntut ilmu terkhususnya untuk murid yang talaqqi langsung.
“facebook dan media memiliki efek positif ketika kita gunakan untuk hal-hal yang baik, jika kita menyebarkan nasehat dan dibaca oleh banyak orang maka kita akan berpahala. Begiru juga sebaliknya.” Kata beliau.
Kita punya perihal berbeda dan kondisi yang tidak sama ketika sedang mempergunakan sosial media. Mungkin sedang marah, rapuh, senang atau susah. Nah, ketika hal-hal rentan seperti inilah yang kemudian terbitlah setatus meyayat hati.
Diakhir diskusi kami sepakat dengan satu kesimpulan, bahwa selayaknya kita mempergunakan sosmed dengan bijak dan bertanggung jawab. Bijak dalam menyampaikan dan bertanggung jawab terhadap apa yang disampaikan dunia akhirat. Semoga!
Feb 17, 2014
Tentang Cara Mereka Hidup!
Author: Unknown |
3:19 PM |
No Comments |
Ada dua cerita menarik tentang hidup. Pertama seorang anak muda kelahiran 1990 bernama Sung-bong Choi asal Korea Selatan. Ia mulai terkenal sejak mengikuti Korean’s Got Talent 2011 dan berhasil mendapatkan juara dua. Sosok kedua Susan Magdalena Boyle pemenang Britain's Got Talent pada 2009.
Berbeda dengan Sung-bong, Susan berhasil menyabet juara pertama dalam ajang talenta tersebut. Bisa dikatakan mereka adalah dua manusia yang berhasil muncul dalam program yang sama yaitu Got Talent, namun dinegara berbeda. Bong memiliki kisah tersendiri ketika mengikuti acara tersebut, ia bahkan merasa kalau ajang tersebut tidak berhak diikutinya.
Ketika juri (Song Yun-ah) menanyakan kenapa Bong tidak mengisi riwayat keluarga dalam blangko pendaftaran ia terdiam dan memberi jawaban yang mengejutkan bahwa ia dibuang oleh keluarganya ketika umurnya tiga tahun dan masuk panti asuhan. Tiga tahun setelahnya ia melarikan diri dan hidup dijalanan seorang diri. Mencari makan dengan jualan makanan dan minuman ringan.
Ia berjuang mati-matian dalam ganasnya kehidupan
liar, terombang-ambing di jalanan, dunia obat geng dan obat-obatan. Dalam catatan
hidup ia bahkan menyebutkan bahwa ia pernah disekap oleh preman jalanan. Hingga
ditangkap oleh polisi dan dikembalikan ke sekolah.
Susan punya cerita yang lain, dengan
sosok yang biasa saja, umur yang sudah melewati masa hura-hura ia berhasil
memukau para juri hingga sampai ke tahap final dan menjadi fenomenal Britain
Got Talent 2009.
“I
know what they were thinking, but why should it matter as long as I can sing?
It's not a beauty contest.” Susan Boyle, The Sunday Times
![]() |
| Sung-bong Choi Image by Google |
Tulisan ini tidak bertujuan mempromosikan apapun atau siapapun. Namun hanya sebagai pengingat bahwa air akan menemukan muaranya sendiri ketika tiba masanya. Dua sosok diatas mewakili manusia-manusia yang tidak menyerah dan mencoba peruntungannya.
Dalam nuansa lain mereka manusia
kekurangan namun tidak menyerah dengan ketidakmampuan mereka dalam beberapa hal
kemudian melejitkan sudut talenta lain yang mereka punya.
*hanya pengingat diri
dan kembali membiasakan untuk menulis.
Feb 9, 2014
Catatan Akhir Desember (2)
Author: Unknown |
3:07 AM |
No Comments |
![]() |
| google image |
Anak muda kedinginan, ada asap kecil keluar disela nafas. Seminggu yang lalu Kairo hampir dipastikan tergenang es batu, Provinsi dan wilayah yang terletak di dataran tinggi dipastikan bersalju. O…ooo… Dan kini kami anak muda sadar, bahwa musim salju bukanlah musim yang menyenangka untuk di impikan.
Guyuran hujan Rabu, Kamis, Jum’at Tgl. 13 minggu lalu memastikan pergantian musim. Jadi kota ini tidak jadi muntah salju, ada rasa syukur. Sakit sekali, sejak tubuh ini berlabuh, tahun inilah dinginnya menembus sembari menusuk sum-sum anak muda. Ija limboetmerek murah dipastikan kurang berfugsi, lalu toko Ammu Sya’ban saban hari dipenuhi pelanggan hingga malam hari.
Kabar terakhir, Palestina dan Suriah dipeuhi salju. Kali ini alam yang beringas, anak-anak dan manula mengeras, ada informasi israel membuka waduk dengan debit air full akibat hujan. Hingga meluluh lantakkan beberapa kampung terdekat.
Suriah dipenuhi foto es manusia, badai salju ditambah kekuragan stok selimut dan tenda dibawah standar musim dingin membuat pengungsi disana tak berdaya. Jika anak muda yang disini hanya merasakan dingin menembus tulang sulbi, maka seluruh tubuh mereka mati rasa, ini keadaan dunia Islam.
Dunia betul-betul disibukkan dengan masalah yang terus bersambung, kadang mana yang penting dan tidak bermamfaat sangat susah kita bedakan. Jika tidak jeli media bakalan menyeret mindset kita menuju mon tuha yang ujung-ujungnya kita menjadi tong sampah dalam istilah orang desa.
Re-memorize again!
Disini berita demo adalah makanan, saban hari manusia berdemo. Jika dulu di Tahrir Square, Rab’ah, Abbasiah, Ramsis dan di berbagai Provinsi. Kini mereka beralih berdemo di Universitas besar. Bisa jadi disinilah tempat yang paling aman untuk menyuarakan keadilan, kalau ditempat lain dipastikan mereka akan punah.
Di Turki mereka sudah sampai kepada tahap proyek pembebasan undang-undang dari aturan larangan praktek Islam dalam konstitusi, sekularisme dan liberalisasi disegalan lini dari dulu merantai mereka semenjak jatuhnya emperor terakhir Islam Turki Usmani.
Dulu, hampir saja putra mahkota memilih memerangi kembali kekalahan mereka, dengan panglima perang nan bersahaja yang siap jiwa raga untuk merebut kembali tahta kerajaan. Namun harapan mereka diredam oleh nasehat-nasehat ulama besar pada saat itu. Mereka mau mendengar, jika saja mereka berperang maka dipastikan bahwa mereka akan kehilangan sisa generasi Islam.
Karena dari sisa generasi tersebut diharapkan akan lahir generasi yang akan membangun Islam tanpa lagi kehilangan banyak nyawa zero hasil. Merekalah yang mendidik kepala-kepala yang sekarang berdiri didepan sisa bangsa Usmani tersebut.
Bukan sekali dua kali mereka mengalami kekalahan dan upaya pemberangusan. Berkali-kali mereka ditindas, dikudeta serta ditekan. Namun mereka terus berevolusi dengan penyesuaian disana-sini, sampai-sampai mengganti idealisme kendaraan liberal demi mengembalikan maruah Islam.
Di negeriku kaum-kaum terpecah belah, sebagian sedang bereuforia, bagian lainnya mengutuk bagian sebelumnya. Kaumku sedang membelah diri, membuat sekat-sekat kecil. Masing-masing tidak lagi saling melihat, menutup mata dan telinga.
Entahlah, seseorang nan jauh disana berseru “Sebaiknya kita sama-sama kembali ke pangkuan ulama, meminta cuil-cuil keikhlasan para pewaris nabi agar kita tidak lagi terpecah belah”.
Mari kita ikut bersuka ria saja, walaupun mungkin kita tak tersentuh. Anggap saja kita bagian dari euphoria tersebut sambil mempersiapkan generasi untuk menggantikan posisi mereka kelak. Mungkin sepuluh atau 20 tahun, muka-muka akan berganti. Itulah seharusnya yang harus kita persiapkan.
Ganti mereka dengan generasi ber-otak dunia dengan hati ber-akhirat. Manusia yang akan memberi makan para yatim dan janda-janda, membangun jalan-menuju pelosok desa. Mereka yang suka menghidupkan Dayah dan Mesjid, membumikan tarbiyah non-golongan dengan pemahaman Islam yang rahmatan lil a’lamin.
* Anggap saja ini sebagai catatan isengan anak qanun:D
Dec 4, 2013
Catatan Desember (1)
Author: Unknown |
4:10 AM |
No Comments |
![]() |
| Google Doc. |
Kawan, ketika kita melihat berbagai hal
yang tidak kita ketahui, tidak kita pahami keadaanya dan jauh dari ilmu yang
kita punya atau sesuatu yang kita tidak punya kapasitas untuk menjawab dan menanggapinya
maka janganlah terburu-buru.
Berilah orang-orang yang paham hak
mereka, untuk menjawab dan memberi jawaban terhadap masalah tersebut. Biarlah
kita berdiri disuatu sudut mendengar, menyimak dengan baik apa yang mereka
ketahui, jika sesuai maka begitulah jawabannya, jika tidak sesuai seperti keinginan
kita maka tunggulah hingga masalah tersebut dijawab oleh orang lain yang juga
punya kapasitas.
Namun ketika para ahlinya sudah
memberikan semua pendapatnya dan tidak ada satupun yang tidak sesuai seperti
yang kita harapkan, segeralah menjauh dari persoalan tersebut. Bisa jadi kita memang
tidak layak berurusan dengan hal tersebut.
Lihatlah laron (red. anai-anai), mereka
muncul dimusim hujan. Makhluk ini memiliki semangat yang sangat menggebu-gebu mencari
cahaya demi menghangatkan tubuhnya. Berbondong-bondong memadati lampu
mengepakkan sayap indah hingga tanpa sadar satu persatu sayapnya rontok. Lalu
berjatuhan, bahkan banyak yang mati setelah mendapatkan cahaya yang
diimpikannya.
Disudut lain sekelompok yang lain sedang
berputar-putar berusaha menggapai cahaya lilin, setelah dekat dan menggapainya
mulailah cahaya tersebut membakar tubuhnya menjadi hangus.
Kita manusia juga punya kecenderungan
seperti itu, ketika “sebuah hal baru” terjadi maka beramai-ramai mengerahkan seluruh
kemampuan untuk mengomentari, menganalisa dan berkomentar baik atau jelek
terhadap hal tersebut. Padahal disitu bukanlah kelahlian kita. Bahkan sebagian
memang tidak sedikitpun tau tentang dunia yang mereka hitamkan. Lalu dengan
meraung-raung memberikan komentar busuk.
Syaikh Ali Jum’ah dalam sebuah
kesempatan menjelaskan bahwa sifat seperti ini juga ada pada lalat. Jika lebih
jauh kita perhatikan, lalat sangat menyukai kotoran, sesuatu yang bau menyengat
baik tempat kotor maupun makanan bahkan dimana saja ia akan hinggap, tidak
peduli sedang dimana dan apa yang dikonsumsi dan dilakukannya.
Lalat-lalat tersebut
mengerumuni sesuatu yang baik dan juga sesuatu yang buruk, sehingga ketika
mereka sedang berkerumun, kita tidak tahu apakah yang dikerumuni itu sesuatu
yang baik atau buruk dan bahkan sesuatu yang baik jika dikerumini akan lalat menjadi
buruk?
Hal ini juga berlaku untuk
manusia, ketika mereka berkerumun, belum tentu yang mereka kerumuni adalah
sesuatu yang benar. Betapa banyak kita melihat manusia berkerumun untuk hal
buruk, sebagaimana lalat mengerumuni kotoran. Dan betapa banyak pula kita
melihat kebenaran sepi dari kerumunan orang.
Katakanlah (Muhammad),
“Tidaklah sama yang buruk dengan yang yang baik, meskipun banyaknya keburukan
itu menarik hatimu…” (Q.S. al-Maidah: 100).
Bijaklah kita ketika mengerumuni sesuatu, jauhilah sifar
hasad dengki supaya Allah Swt. menampakkan wujud sebenarnya dari permasalahan
tersebut. Apakah layak untuk kita dekati atau cukup kita serahkan saja kepada
ahlinya untuk diselesaikan sembari berdoa kepada Allah agar mereka dimudahkan
dalam menyelesaikanyya. Jika memang kita ingi berkomentar nampakkallah sikap
yang mendidik.
Sikapi dengan baik, jika membela berikallah uraian-uraian
penjelasan, kalaupun menolak hendaklahnya dengan cara yang menunjukkan
bahwa kita merupakan orang yang betul-betul punya itikad baik terhadap hal
tersebut. Jauhilah hinaan, hujatan, kata-kata kotor dan bahkan pengkafiran
terhadap hal yan belum kita tau pangkal ujungnya.
Jika memang tidak mampu, maka saran yang pertama dan
terakhir agar “hendaknya hal tersebut dijauhi saja”. Cukup lihat dari jauh dan
berkomentar dalam hati.
Nov 4, 2013
Biografi Syekh Ali Jum'ah
Author: Unknown |
4:48 PM |
No Comments |
![]() |
| Google Image |
Ayahnya bernama Syeikh Jum`ah bin Muhammad dan ibunda Fathiyah Hanim binti Ali bin `Id alim dalam bidang fiqih dan merupakan lulusan Universitas Kairo, Jurusan Hukum. Kedua orang tuanya merupakan keluarga yang dikenal baik dan beradab. Nama asli beliau adalah Abu Ubadah Nuruddin Ali bin Jum`ah bin Muhammad bin Abdul Wahhab bin Salim bin Abdullah bin Sulaiman, al-Azhari al-Syafi`i al-Asy`ari.
Beliau lahir provinsi Bani Suef pada hari Senin 7 Jumadal Akhir 1371 H/3 Maret 1952 M. Masa kecilnya tumbuh besar bersama orang tuanya, belajar agama dengan tekun semenjak kecil. Jum'ah kecil dikenal berkahlak mulia, menghabiskan kesehariannya dengan mengkhatamkan buku di perpustakaan milik ayahnya.
Tahun 1963 (umur lima tahun) beliau mendapatkan ijazah madrasah ibtidaiyah di Provinsi bani Suef, kemudian dilanjutkan dengan ijazah madrasan tsanawiyah pada tahun 1966, disamping itu beliau juga telah mengkhtamkan hafalan Al-Qur'annya kepada beberapa guru.
Beliau berpindah ke kota Kairo bersama kakak perempuannya dan menamatkan jenjang pendidikan madrasah aliyah pada tahun 1969. Syeikh Ali Jum`ah muda kemudian masuk ke Universitas Ain' Syams dan mendapatkan gelar sarjana di fakultas perdagangan pada bulan Mei 1973.
Selanjutnya Syeikh Ali melanjutkan belajar di al-Azhar, beliau bertemu dengan para guru dan ulama besar pada masa itu. Beliau menghafal berbagai kitab ilmu-ilmu dasar, seperti kitab Tuhfatul Athfal (Ilmu Tajwid), kitab al-Rahabiyah (Ilmu Mawaris)Alfiyah Ibnu Malik (Ilmu Nahwu), al-Ghayah wa al-Taqrib (Ilmu Fikih), al-Mandzumah al-Bayquniyah (Mustalah Hadis) dan beberapa ktab dasar ilmu penunjang pemahaman Islam.
Tahun 1979 Syeikh Ali mendapatkan gelar sarjana (License) dari Fakultas Dirasat Islamiyah wa al-`Arabiyah Universitas al-Azhar Kairo. Pengajian dengan ulama besar tidak beliau tinggalkan dan beliau juga fokus pada pendidikan formal. Tahun 1985 mendapatkan gelar Master dengan peringkat cum laude di kuliah pascasarjana Universitas al-Azhar Kairo di Kuliyah Syari`ah wal Qanun spesifikasi Usul Fikih. Gelar Doktor beliau raih pada tahun pada tahun 1988 dengan peringkat summan cum laude.
Syeikh Ali Jum'ah dikenal mempunyai guru yang banyak dan alim disegala bidang, diantara guru yaitu Syeikh Abdullah bin Siddiq al-Ghumari, pakar hadis pada zamannya, menghafal lebih dari lima puluh ribu hadis lengkap dengan sanadnya.
Syeikh Ali membaca kitab Shahih Bukhari, kitab Muwattha Imam Malik, kitab al-Luma` fi Ushul Fiqh karya Imam Syairazi dihadapan Syeikh Gumari. Hingga Syeikh Abdullah al-Ghumari memberikan beliau ijazah dalam meriwayatkan hadis serta memberi beliau ijazah dalam berfatwa.
Beliau juga menganjurkan para muridnya yang lain untuk mengambil ilmu dari Syeikh Ali Jum`ah dan menyatakan bahwa beliau adalah salah satu muridnya yang terpandai di Mesir.
Kemudian Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah, seorang ulama yang terkenal dengan keluasan ilmunya pada saat masa itu. Kepadanya Syeih Ali membacakan kitab al-Adab al-Mufrad karya Imam Bukhari.
Suatu saat Syeikh Ali Jum`ah melakukan penelitian ulang terhadap kitab Ushul Fiqh karya Syeikh Muhammad Abunnur Zuhair, dan beliau menuliskan ijazah yang beliau dapatkan dari Syeikh Muhammad Abunnur di dalam buku itu. Kemudian Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah berkata, “Kami terima ijazah buku ini darimu!”. Sebuah kehormatan yang besar bagi Syeikh Ali Jum`ah saat gurunya yang telah dikenal dengan keluasan ilmunya mengambil riwayat sebuah buku darinya.
Selanjutnya Syeikh Muhamamd Abunnur Zuhair, Wakil Rektor Universitas al-Azhar, seorang pakar Usul Fikih dari Universitas al-Azhar, anggota lembaga fatwa. Kepadanya Syeikh Ali Jum`ah membacakan kitabnya Usul Fikih yang memiliki tebal empat jilid di rumahnya. Dan Syeikh Muhammad Abunnur telah memberinya ijazah untuk mengajar dan berfatwa.
Dan Syeikh Jadurrabi Ramadhan Jum`ah, Dekan Fakultas Syariah wa al-Qanun Universitas al-Azhar saat itu, yang dikenal dengan sebutan “Syafi`i Kecil” karena keluasan ilmunya dan keahliannya dalam bidang fikih mazhab Imam Syafi`i. Syeikh Ali Jum`ah belajar fikih Syafi`i kepadanya, begitu juga belajar kitab al-Asybah wa al-Nazair tentang kaidah fikih karya Imam Suyuthi hingga beliau menghafalkannya. Syeikh Jadurrabbi suatu saat pernah berkata kepada Syeikh Ali Jum`ah di hadapan kawan-kawannya, “Penamu ini lebih baik dari penaku.”
Syeik Ali Jumah mulai bergabung dengan lembaga fatwa atas persetujuan Syeikh Jadulhaq Ali Jadulhaq saat tersebut beliau sebagai mufti Mesir. Beliau juga dikabarkan pernah mengikuti majlis riwayat hadis yang diajar oleh Syeikh Yasin al-Fadani.
![]() |
| Habib Umar dan Dr. ALi Jum'ah |
Syekh Usamah Sayyid al-Azhari, menuliskan:
“Beliau (semoga Allah meridhainya) datang ke masjid al-Azhar selepas terbit matahari, kemudian duduk di sana membuka pelajaran hingga tiga jam lebih setiap harinya. Mengajarkan berbagai macam cabang ilmu dari hadis, usul fikih, fikih, qiraah, dan berbagai cabang ilmu lain.”
“Allah telah menghidupkan kembali ilmu dan majlis ilmu di al-Azhar melalui beliau. Di al-Azhar kembali dibacakan buku-buku hadis, fikih, usul fikih, bahasa arab.”
“Setelah lama saya memperhatikan kecerdasan dan pemahaman beliau, saya melihat kemampuan beliau yang luar biasa dalam menyelesaikan permasalahan kontemporer dan kemampuannya dalam mengklarifikasinya terhadap pendapat-pendapat para ulama.”
Diantara Jasa Syeikh Ali terhadap dunia Islam yaitu pada tahun 1990 beliau berhasil menghidupkan kembali tradisi pengajian pelajaran agama di masjid al-Azhar yang telah lama dilarang dan ditututup oleh pemerintah, pembelajaran di ruwaq-ruwaq di Mesjid terbuka untuk umum sehingga orang-orang yang ingin lebih mendalami tentang agama bisa mengikuti pelajaran ini. Jelas hal ini menghidupkan kembali ruh Islam Manhaj Washatiyah rahmatal lil A'lamin.
Tahun 2003 Sheikh Ali ditunjuk sebagai Grand Mufti Mesir. Nah ketika beliau menjabat sebagai Grand Mufti Republik Arab Mesir, beliau membuat Dar al-Ifta al-Misriyyah menjadi sebuah institusi modern dengan dewan fatwa dan sistem checks and balances .
Hingga institusi tersebut memiliki teknologi yang mumpuni dengan dikembangkannya sebuah website dan call center dimana orang semakin mudah untuk meminta fatwa tanpa harus datang ke kantorDar al-Ifta al-Misriyyah. (MH)
*Sumber :
1. Kitab Asanid al-Mashriyyin karya Syeikh Usamah Sayyid al-Azhari.
3. Fans Page Facebook: Suara Azhar.
3. Dan beberapa sumber lainnya.
Popular Posts
-
Google Image Ayahnya bernama Syeikh Jum`ah bin Muhammad dan ibunda Fathiyah Hanim binti Ali bin `Id alim dalam bidang fiqih dan merupa...
-
Kenapa kita harus mendukung Palestina, bukankah disana 50% didominasi yahudi, sedang muslim dan kristen setengah sisanya. Ya, benar seka...
-
google Image "Menurutmu bagaimana cara memperbaiki kesemrautan dalam sebuah kampung?" Tanya Shalah kepada kawannya. ...
-
Oleh : Muhibussabri Hamid * Jika manusia dipisahkan kematian, maka zaman akan dipisahkan abad. Kesaksian zaman ditorehkan dalam se...
-
Demo Suku Gayo (Google) Written By : Muhibussabri Hamid Pengesahan Qanun Wali Nanggroe (QWN) telah diumumkan. Berbagai tanggapan t...
-
google image Anak muda kedinginan, ada asap kecil keluar disela nafas. Seminggu yang lalu Kairo hampir dipastikan tergenang es batu, P...
-
Google Oleh : Muhibussabri Hamid Kebebasan itu tidak bebas, sebab akan melukai kebebasan orang lain. Dalih yang mengatakan dibalik ...
-
google image Imam Baihaqi bersyair, "Manusia terlalu berlebihan bicarakan wanita. Mereka kata, cinta wanita itu dahsyatnya bencan...
-
google image Mereka (baca; muallaf) damai dengan berislam, mengambil berbagai resiko hidup, masa depan bahkan dengan keluarga mereka s...
-
Doc. Google Image Oleh: Faza Abdu Robbih Ensiklopedi fatwa ulama Mesir dari fatwa sahabat Uqbah bin Amir, hingga Mufti Besar Mesi...
Blog Archive
bilhalib.blogspot.com. Powered by Blogger.















