Catatan Betmen

Mar 24, 2013

Why we always depend you Gaza!

Kenapa kita harus mendukung Palestina, bukankah disana 50% didominasi yahudi, sedang muslim dan kristen setengah sisanya.
Ya, benar sekali setengah dari perseratus warga Palestina adalah kaum yahudi. Sedangkan muslim setengah sisanya itupun harus dibagi dengan kristen yang berdomisili disaana. Penting juga kita melihat kenapa kita hanya melihat setengah sisa tersebut. Dan jika dalam beberapa tahun kita tidak memperhatikan muslim disana, mungkin mereka tersisa hanya sekitar 30 % saja.
Kita kembali ke belakang sebelum wilayah Palestina dikuasai Inggris, kemudian dihibahkan untuk yahudi, dengan batas, perjanjian dan aturan dengan kaum muslimin. Saat itu yahudi di sana minoritas sekali dan mereka hanya diberi beberapa wilayah untuk ditempati. Bertahun-tahun setelahnya mereka terus memasok yahudi dari negara lain untuk di tempatkan di Palestina.
Lalu setelah mereka merasa kuat, mereka mulai melanggar batas perjanjian. Mengusir muslimin dari rumahnya kemudian mengambil tanah mereka. Kemudian hal tersebut terus mereka lakukan hinggan bertahun-tahun lamanya sampai mereka mendeklarasikan negara israel. PBB mengakui bahwa yahudi tidak memiliki hak untuk mengusir dan membunuh kaum muslimin Palestina. Perlakuan mereka terhadap muslim tidak bisa ditoleransi. Namun pernyataan dan kecaman dengan santai dikebiri israel.

Setelah sekian lama, dengan berbagai usaha radikal dan menjijikkan, israel sudah menguasai hampir keseluruhan wilayah Palestina, data fakta( lihat peta). Hasil berbagai gempuran tersebut hanya menyisakan sedikit wilayah Gaza dan Jenin. Sedang wilayah lain sangat sedikit sekali.
Muslim Palestina menjadikan wilayah Gaza sebagai benteng pertahanan terakhir bagi mereka. Dengan segala keterbatasan yang ada mereka menunjukkan bahwa Gaza harus dipertahankan. Mengingat disana terdapat Mesjid suci Al-Aqsha. Dan jika mereka melepaskan wilayah satu ini, hampir bisa dipastikan, keseluruhan wilayah Palestina sudah dimiliki yahudi.
Gempuran terakhir terjadi tepat malam 1 Muharram, tepatnya malam pertama tahun baru Islam, dengan jurus yang sama yahudi secara sepihak menyerang mobil pimpinan militer Hamas Al-Qassam Ahmad Al-Jabari yang membuat beliau menghembuskan nafas terakhir. Kejadian ini hampir mirip dengan pembunuhan lainnya seperti Syeikh Ahmad Yassin dan Abdul Aziz Rantisi dan beberapa tokoh Hamas lainnya.
Serangan ini membuat Hamas naik pitam, mengingat sebelumnya Israel sudah membuat perjanjian. selanjutnya Israel terus menyerang wilayah wilayah Gaza dengan senjata berat. Hamas menganggap israel berkhianat dengan perjanjian, dan mereka bersumpah akan menyerang wilayah yahudi. Lalu dengan pongahnya yahudi mengatakan serangan mereka adalah hanya membela diri. Maka secara jelas ini merupakan pembohongan publik.
Lalu seseorang yang menganggap dirinya intelektual mengatakan ketidakpantasan kaum muslimin di dunia untuk mendukung Palestina dikarenakan mereka minoritas disana, maka bisa dikatakan intelektual orang tersebut nol besar, di tambah komentar simple, lebih baik wilayah tersebut diserahkan untuk israel saja, maka nol tersebut tambah menjijikkan lagi.
Non muslim saja secara besar-besaran mendukung rakyat Palestina dari serangan brutal israel, padahal mereka tidak punya hubungan apa-apa. Baik secara agama maupun secara historis. Mereka hanya punya alasan kemanusiaan dan keganasan genosida israel yang tidak bisa diterima akal sehat, sementara kita yang punya hubungan agama berusaha tidak peduli dan malah mendukung israel.
Lalu jika masih bereksperimen dengan muslim yang tidak mencapai setengah di Palestina membuat kita tidak mendukung perlawanan muslim Gaza, lambat laun jangan bertanya kenapa muslim disana hilang ditelan waktu. Maka, justru karena mereka tinggal sedikit lagi harus kita dukung, supaya keberadaan Islam di Palestina tetap berlangsung.
Yang tidak masuk akal, intelek yang mengaku sebagai pembela kaum minoritas, mereka meninggalkan minoritas muslim di gaza. Padahal seluruh dunia tau kalau minoritas gaza sedang dibumi hanguskan. Bagi mereka penutupan wihara dan tempat ibadah ilegal lebih patut di bela, padahal mereka jelas-jelas melanggar aturan hukum.
White solution
Gempuran israel ke wilayah Palestina berakhir dengan disetujuinya perjanjian gencatan senjata. Bagi warga muslim Palestina ini adalah kemenangan yang membahagiakan. Pertama mengingat stok makanan, obat-obatan dan persenjataan yang semakin menipis apalagi serangan israel yang semakin menjadi-jadi. Kedua dibukanya blokade, diharapkan semua bantuan yang ditahan pihak israel di seluruh perbatasan bisa masuk. Ditambah terbukanya pintu rafah, jalur bebas dengan jalur negara Mesir.
Ketiga perjanjian ini dimotori oleh pemerintahan baru Mesir yang bisa diharapkan pro Palestina, mengingat pemerintah sebelumnya selalu menjadi pendukung terdepan israel. Maka pantaslah mereka berbahagia, dengan begitu mujahidin pun bisa segera mempersiapkan kembali persenjataan dan kekuatan jika sekali-kali israel kumat.
Bagi israel ini juga sebuah solusi walaupun harus diterima dengan berat hati mengingat stok senjata mereka bisa terus di kirim oleh Amerika dan mereka punya senjata yang teknologi berkali lipat dari Hamas yang hanya bisa membalas dengan roket kecil buatan sendiri.
Tapi karena serangan terbaru sudah mencapai perkotaan seperti tel aviv, tentu saja membuat warga mereka trauma dan ini menuai protes dari sesama kalangan yahudi. Jika pencapaian roket Hamas berkali-kali ditakutkan warganya akan kembali ke eropa menghindari mati. Jelas-jelas akan ini akan cita-cita membuat negara yahudi yaitu israel raya tak akan kesampaian. Ditakutkan juga support utama zionis dari yahudi eropa dan amerika akan di tahan.
Namun yang lebih membuat mereka lebih takut adalah ancaman empat jam terakhir sebelum gencatan senjata  yang mematikan sekitar 16 yahudi. Secara tidak terdeteksi lahirnya generasi baru intifadha, generasi ini lebih menakutkan dari pasukan Hamas sendiri. Bayangkan saja, generasi intifadha dalam mobol bus disinyalir adalah seorang perempuan muda. Jika generasi ini berkembang, cukup fatal bagi yahudi. Seorang palestinian bisa membunuh setidaknya 15 yahudi. Makan seratusan dari mereka bisa melenyapkan mimpi yahudi memiliki Al-Aqsha. Jika proyek pembaitaian dan pengusiran dilanjutkan, israel harus melihat kebinasaan warganya.
Generasi Inthifadha pernah membuat israek kalang kabut, mereka tidak bisa dideteksi secara cepat dan tiba-tiba sudah merenggut nyawa warga mereka. Jika ratusan roket saja bisa disembunyikan oleh Hamas, apalagi ratusan janda atau perempuan inthifadha. Jelas nyali ini membuhuh semangat israel untuk melanjutkan genosida, dan memilih berunding dengan hilary sebagai antek utama.
Pengkhianatan yahudi
Dalam sejarah peradaban manusia Al-Quran memberikan gambaran jelas bahwa yahudi adalah bangsa pengkhianat tuhan, mereka sangat suka dan selalu berkhianat. Baik terhadap Tuhan, nabi-nabi maupun kepada bangsa lain. Jika yang pertama mereka yang berjanji, maka yakinlah mereka yang pertama mengingkari.
Adian Husaini dalam tulisan Catatan Akhir Pekan-nya menyebut bahwa "kaum yahudi adalah prototipe yang tau kebenaran tetapi tidak mau mengikuti kebenaran. Bahkan sebaliknya, merekalah yang menyembunyikan dan mengubah-ngubah kebenaran".
Kitab suci perjanjian lama (Al-Taurat) saja bisa berubah ditangan mereka, dengan sisipan dan tambahan menjadikan otentisitas teks tersebut seperti karya manusia. Belum lagi membunuh nabi-nabi yang sebenarnya merupakan penyelamat mereka. Nabi Yahya a.s mereka penggal, nabi Zakariya a.s. mereka gergaji dan banyak orang shaleh yang mereka perlakukan dengan kejam. 
Masa nabi-nabi sebelum Rasulullah mereka memang telah mengkhianati Nabi Musa a.s. Setelah mereka dilepaskan dari perbudakan fir'un kemudian Nabi Musa menyelamatkan dan membawa mereka ke tempat yang aman, lucunya mereka berbalik menyembah anak lembu. Mereka tidak mengindahkan amaran dan malah berbalik mengancam Nabi Harun saudara sepupu Nabi Musa a.s.
Belum lagi Nabi Isa a.s, yang menyelamatkan mereka dari penyakit terkutuk, mereka khianati sampai berencana menggantung beliau hidup-hidup. Ditambah lagi permintaan mereka kepada Allah yang dikabulkan kemudian dilanjutkan dengan sikap pengkhianatan dan sikap mereka seperti menantang tuhan dan sungguh sangat menjijikkan.
Masa Rasulullah Muhammada Saw. mereka selalu berulah termasuk perilaku pengkhianatan. Mereka sombong dan tak mau menerima Muhammad Saw. Karena beliau tidak diturunkan di kalangan mereka. Padahal semasa Nabi Isa a.s. kedatangan Rasululah sudah dikabarkan.
Bani qainuqa adalah yang pertama mengkhianati Rasulullah Saw. Kamudian bani nadhir juga berlaku sama dilakukan bani nadhir yang berusaha membunuh Rasulullah, lalu setelah mereka dikepung mereka menyerah dan meminta agar jangan dibunuh serta diizinkan keluat dari madinah. Kemudian dilanjutkan oleh bani quraidhah yang bersekongkol untuk menyerang Islam di Madinah.

0 Coment:

Post a Comment

Popular Posts

bilhalib.blogspot.com. Powered by Blogger.