Why we always depend you Gaza!
Kenapa
kita harus mendukung Palestina, bukankah disana 50% didominasi yahudi, sedang
muslim dan kristen setengah sisanya.
Ya,
benar sekali setengah dari perseratus warga Palestina adalah kaum yahudi. Sedangkan
muslim setengah sisanya itupun harus dibagi dengan kristen yang berdomisili
disaana. Penting juga kita melihat kenapa kita hanya melihat setengah sisa
tersebut. Dan jika dalam beberapa tahun kita tidak memperhatikan muslim disana,
mungkin mereka tersisa hanya sekitar 30 % saja.
Kita
kembali ke belakang sebelum wilayah Palestina dikuasai Inggris, kemudian
dihibahkan untuk yahudi, dengan batas, perjanjian dan aturan dengan kaum
muslimin. Saat itu yahudi di sana minoritas sekali dan mereka hanya diberi
beberapa wilayah untuk ditempati. Bertahun-tahun setelahnya mereka terus
memasok yahudi dari negara lain untuk di tempatkan di Palestina.
Lalu
setelah mereka merasa kuat, mereka mulai melanggar batas perjanjian. Mengusir
muslimin dari rumahnya kemudian mengambil tanah mereka. Kemudian hal tersebut
terus mereka lakukan hinggan bertahun-tahun lamanya sampai mereka
mendeklarasikan negara israel. PBB mengakui bahwa yahudi tidak memiliki hak
untuk mengusir dan membunuh kaum muslimin Palestina. Perlakuan mereka terhadap
muslim tidak bisa ditoleransi. Namun pernyataan dan kecaman dengan santai
dikebiri israel.
Setelah
sekian lama, dengan berbagai usaha radikal dan menjijikkan, israel sudah
menguasai hampir keseluruhan wilayah Palestina, data fakta( lihat peta). Hasil
berbagai gempuran tersebut hanya menyisakan sedikit wilayah Gaza dan Jenin.
Sedang wilayah lain sangat sedikit sekali.
Muslim
Palestina menjadikan wilayah Gaza sebagai benteng pertahanan terakhir bagi mereka.
Dengan segala keterbatasan yang ada mereka menunjukkan bahwa Gaza harus
dipertahankan. Mengingat disana terdapat Mesjid suci Al-Aqsha. Dan jika mereka
melepaskan wilayah satu ini, hampir bisa dipastikan, keseluruhan wilayah Palestina
sudah dimiliki yahudi.
Gempuran
terakhir terjadi tepat malam 1 Muharram, tepatnya malam pertama tahun baru
Islam, dengan jurus yang sama yahudi secara sepihak menyerang mobil pimpinan
militer Hamas Al-Qassam Ahmad Al-Jabari yang membuat beliau menghembuskan nafas
terakhir. Kejadian ini hampir mirip dengan pembunuhan lainnya seperti Syeikh
Ahmad Yassin dan Abdul Aziz Rantisi dan beberapa tokoh Hamas lainnya.
Serangan
ini membuat Hamas naik pitam, mengingat sebelumnya Israel sudah membuat
perjanjian. selanjutnya Israel terus menyerang wilayah wilayah Gaza dengan
senjata berat. Hamas menganggap israel berkhianat dengan perjanjian, dan mereka
bersumpah akan menyerang wilayah yahudi. Lalu dengan pongahnya yahudi
mengatakan serangan mereka adalah hanya membela diri. Maka secara jelas ini
merupakan pembohongan publik.
Lalu
seseorang yang menganggap dirinya intelektual mengatakan ketidakpantasan kaum
muslimin di dunia untuk mendukung Palestina dikarenakan mereka minoritas
disana, maka bisa dikatakan intelektual orang tersebut nol besar, di tambah komentar
simple, lebih baik wilayah tersebut diserahkan untuk israel saja, maka nol
tersebut tambah menjijikkan lagi.
Non
muslim saja secara besar-besaran mendukung rakyat Palestina dari serangan
brutal israel, padahal mereka tidak punya hubungan apa-apa. Baik secara agama
maupun secara historis. Mereka hanya punya alasan kemanusiaan dan keganasan genosida
israel yang tidak bisa diterima akal sehat, sementara kita yang punya hubungan
agama berusaha tidak peduli dan malah mendukung israel.
Lalu
jika masih bereksperimen dengan muslim yang tidak mencapai setengah di Palestina
membuat kita tidak mendukung perlawanan muslim Gaza, lambat laun jangan
bertanya kenapa muslim disana hilang ditelan waktu. Maka, justru karena mereka
tinggal sedikit lagi harus kita dukung, supaya keberadaan Islam di Palestina
tetap berlangsung.
Yang
tidak masuk akal, intelek yang mengaku sebagai pembela kaum minoritas, mereka
meninggalkan minoritas muslim di gaza. Padahal seluruh dunia tau kalau
minoritas gaza sedang dibumi hanguskan. Bagi mereka penutupan wihara dan tempat
ibadah ilegal lebih patut di bela, padahal mereka jelas-jelas melanggar aturan
hukum.
White
solution
Gempuran
israel ke wilayah Palestina berakhir dengan disetujuinya perjanjian gencatan
senjata. Bagi warga muslim Palestina ini adalah kemenangan yang membahagiakan.
Pertama mengingat stok makanan, obat-obatan dan persenjataan yang semakin
menipis apalagi serangan israel yang semakin menjadi-jadi. Kedua dibukanya blokade,
diharapkan semua bantuan yang ditahan pihak israel di seluruh perbatasan bisa
masuk. Ditambah terbukanya pintu rafah, jalur bebas dengan jalur negara Mesir.
Ketiga
perjanjian ini dimotori oleh pemerintahan baru Mesir yang bisa diharapkan pro Palestina,
mengingat pemerintah sebelumnya selalu menjadi pendukung terdepan israel. Maka
pantaslah mereka berbahagia, dengan begitu mujahidin pun bisa segera
mempersiapkan kembali persenjataan dan kekuatan jika sekali-kali israel kumat.
Bagi
israel ini juga sebuah solusi walaupun harus diterima dengan berat hati
mengingat stok senjata mereka bisa terus di kirim oleh Amerika dan mereka punya
senjata yang teknologi berkali lipat dari Hamas yang hanya bisa membalas dengan
roket kecil buatan sendiri.
Tapi
karena serangan terbaru sudah mencapai perkotaan seperti tel aviv, tentu saja
membuat warga mereka trauma dan ini menuai protes dari sesama kalangan yahudi.
Jika pencapaian roket Hamas berkali-kali ditakutkan warganya akan kembali ke
eropa menghindari mati. Jelas-jelas akan ini akan cita-cita membuat negara
yahudi yaitu israel raya tak akan kesampaian. Ditakutkan juga support utama
zionis dari yahudi eropa dan amerika akan di tahan.
Namun
yang lebih membuat mereka lebih takut adalah ancaman empat jam terakhir sebelum
gencatan senjata yang mematikan sekitar
16 yahudi. Secara tidak terdeteksi lahirnya generasi baru intifadha, generasi
ini lebih menakutkan dari pasukan Hamas sendiri. Bayangkan saja, generasi
intifadha dalam mobol bus disinyalir adalah seorang perempuan muda. Jika
generasi ini berkembang, cukup fatal bagi yahudi. Seorang palestinian bisa
membunuh setidaknya 15 yahudi. Makan seratusan dari mereka bisa melenyapkan
mimpi yahudi memiliki Al-Aqsha. Jika proyek pembaitaian dan pengusiran
dilanjutkan, israel harus melihat kebinasaan warganya.
Generasi
Inthifadha pernah membuat israek kalang kabut, mereka tidak bisa dideteksi secara
cepat dan tiba-tiba sudah merenggut nyawa warga mereka. Jika ratusan roket saja
bisa disembunyikan oleh Hamas, apalagi ratusan janda atau perempuan inthifadha.
Jelas nyali ini membuhuh semangat israel untuk melanjutkan genosida, dan
memilih berunding dengan hilary sebagai antek utama.
Pengkhianatan
yahudi
Dalam
sejarah peradaban manusia Al-Quran memberikan gambaran jelas bahwa yahudi
adalah bangsa pengkhianat tuhan, mereka sangat suka dan selalu berkhianat. Baik
terhadap Tuhan, nabi-nabi maupun kepada bangsa lain. Jika yang pertama mereka
yang berjanji, maka yakinlah mereka yang pertama mengingkari.
Adian
Husaini dalam tulisan Catatan Akhir Pekan-nya menyebut bahwa "kaum yahudi
adalah prototipe yang tau kebenaran tetapi tidak mau mengikuti kebenaran.
Bahkan sebaliknya, merekalah yang menyembunyikan dan mengubah-ngubah
kebenaran".
Kitab
suci perjanjian lama (Al-Taurat) saja bisa berubah ditangan mereka, dengan
sisipan dan tambahan menjadikan otentisitas teks tersebut seperti karya
manusia. Belum lagi membunuh nabi-nabi yang sebenarnya merupakan penyelamat
mereka. Nabi Yahya a.s mereka penggal, nabi Zakariya a.s. mereka gergaji dan
banyak orang shaleh yang mereka perlakukan dengan kejam.
Masa
nabi-nabi sebelum Rasulullah mereka memang telah mengkhianati Nabi Musa a.s.
Setelah mereka dilepaskan dari perbudakan fir'un kemudian Nabi Musa
menyelamatkan dan membawa mereka ke tempat yang aman, lucunya mereka berbalik
menyembah anak lembu. Mereka tidak mengindahkan amaran dan malah berbalik
mengancam Nabi Harun saudara sepupu Nabi Musa a.s.
Belum
lagi Nabi Isa a.s, yang menyelamatkan mereka dari penyakit terkutuk, mereka
khianati sampai berencana menggantung beliau hidup-hidup. Ditambah lagi
permintaan mereka kepada Allah yang dikabulkan kemudian dilanjutkan dengan
sikap pengkhianatan dan sikap mereka seperti menantang tuhan dan sungguh sangat
menjijikkan.
Masa
Rasulullah Muhammada Saw. mereka selalu berulah termasuk perilaku pengkhianatan.
Mereka sombong dan tak mau menerima Muhammad Saw. Karena beliau tidak
diturunkan di kalangan mereka. Padahal semasa Nabi Isa a.s. kedatangan Rasululah
sudah dikabarkan.
Bani qainuqa adalah
yang pertama mengkhianati Rasulullah Saw. Kamudian bani nadhir juga berlaku
sama dilakukan bani nadhir yang berusaha membunuh Rasulullah, lalu setelah
mereka dikepung mereka menyerah dan meminta agar jangan dibunuh serta diizinkan
keluat dari madinah. Kemudian dilanjutkan oleh bani quraidhah yang bersekongkol
untuk menyerang Islam di Madinah.

0 Coment:
Post a Comment