Author: Unknown |
3:19 PM |
|
 |
| Susan Boyle : Image by Google |
Ada dua cerita
menarik tentang hidup. Pertama seorang anak muda kelahiran 1990 bernama Sung-bong
Choi asal Korea Selatan. Ia mulai terkenal sejak mengikuti Korean’s Got Talent 2011
dan berhasil mendapatkan juara dua. Sosok kedua Susan Magdalena Boyle pemenang Britain's Got Talent pada 2009.
Berbeda dengan Sung-bong, Susan
berhasil menyabet juara pertama dalam ajang talenta tersebut. Bisa dikatakan mereka adalah dua manusia
yang berhasil muncul dalam program yang sama yaitu Got Talent, namun dinegara
berbeda. Bong memiliki kisah tersendiri ketika mengikuti acara tersebut, ia
bahkan merasa kalau ajang tersebut tidak berhak diikutinya.
Ketika juri (Song Yun-ah)
menanyakan kenapa Bong tidak mengisi riwayat keluarga dalam blangko pendaftaran
ia terdiam dan memberi jawaban yang mengejutkan bahwa ia dibuang oleh
keluarganya ketika umurnya tiga tahun dan masuk panti asuhan. Tiga tahun
setelahnya ia melarikan diri dan hidup dijalanan seorang diri. Mencari makan
dengan jualan makanan dan minuman ringan.
Ia berjuang mati-matian dalam ganasnya kehidupan
liar, terombang-ambing di jalanan, dunia obat geng dan obat-obatan. Dalam catatan
hidup ia bahkan menyebutkan bahwa ia pernah disekap oleh preman jalanan. Hingga
ditangkap oleh polisi dan dikembalikan ke sekolah.
Susan punya cerita yang lain, dengan
sosok yang biasa saja, umur yang sudah melewati masa hura-hura ia berhasil
memukau para juri hingga sampai ke tahap final dan menjadi fenomenal Britain
Got Talent 2009.
“I
know what they were thinking, but why should it matter as long as I can sing?
It's not a beauty contest.” Susan Boyle, The Sunday Times
 |
| Sung-bong Choi Image by Google |
Tulisan ini tidak bertujuan
mempromosikan apapun atau siapapun. Namun hanya sebagai pengingat bahwa air
akan menemukan muaranya sendiri ketika tiba masanya. Dua sosok diatas mewakili
manusia-manusia yang tidak menyerah dan mencoba peruntungannya.
Dalam nuansa lain mereka manusia
kekurangan namun tidak menyerah dengan ketidakmampuan mereka dalam beberapa hal
kemudian melejitkan sudut talenta lain yang mereka punya.
*hanya pengingat diri
dan kembali membiasakan untuk menulis.
0 Coment:
Post a Comment