Author: Unknown |
3:53 AM |
|
 |
| Google Image |
Terlibat diskusi kecil dengan beberapa kawan kuliah, mengenai
ihwal sosial media (baca. sosmed) terutama facebook. Kami berbagi cerita sejauh
mana sudah katagori perubahan logika human touch terhadap dunia nyata. Nah,
cerita kami juga mencoba membaca karakter-karakter manusia-manusia sosmed dalam
meluapkan energi mereka termasuk di media koran, facebook, blog atau twitter
sekalipun.
Beberapa pengguna fb memamfaatkan media ini untuk mencari
pengaruh, promosi dan berjualan. Termasuk pengaruh sosial, politik dan ekonomi.
Dalam katagori ini mereka betul-betul memamfaatkan media untuk kebutuhan dan
fungsi media pada sebenarnya. Gaya ini mulai terkenal ketika Barack Hussein Obama memperkenalkan metode ini berhasil menarik
simpati rakyat untuk memilihnya.
Dalam katagori lain dakwah juga menjadi pilihan. Beberapa diantara
tokoh-tokoh religius menyampaikan kalam-kalam langit dengan memamfaatkan media.
Cara ini juga menuai efek positif. Mengingat terbukanya ladang dakwah baru. Sehingga
pelarian manusia kedunia sosmed juga dibarengi dengan terbukanya ustad-ustad
yang mau berdakwah disana.
Provokasi politik bahkan revolusi sekalipun dalam
dasawarwa sekarang bisa digerakkan oleh media. Arab Spring khususnya Revolusi
Mesir bisa dipastikan sangat kental pengaruh facebook. Bahkan hatta diseluruh
dunia pun dunia bisa membunuh dan menaikkan pamor rich human. Bahkan
untuk mencaci pun bisa masuk katagori ini.
Menggunakan pengaruh media ini untuk mencari jati diri
dan pelampiasan. Nah, ini katagori yang menarik ketika kami bahas. Sosmed memang
tempat pelarian, berjualan dan membuka wawasan. Hanya saja kebanyakan dari kita
bahkan tidak tau batasan-batasan untuk tidak men-generalisir semua hal untuk semerta-merta
ditumpahkan.
Seorang murid saat ini sudah tau aktifitas apa saja
yang dilakukan gurunya dirumah. Kemana saja gurunya pergi dengan cara melihat fb
mereka.
Entah karena anak-anak sudah tidak tau berguru dimana
atau memang mereka sudah kudu jauh melangkah! Mereka pun mencoba mencari jati
diri didunia maya. Melihat, membaca dan memperhatikan aktifitas dunia ini
kemudian menjadikannya sebagai patokan utama hidup mereka.
Nah, dua hari yang lalu saya berziarah kerumah guru kami.
Beliau baru saja aktif di facebook. Ketika kami mengapresiasikan kalam-kalam
mauidzah di status yang beliau tuliskan sehari dua kali. Terutama
menyangkut nasehat kepada penuntut ilmu terkhususnya untuk murid yang talaqqi
langsung.
“facebook dan media memiliki efek positif ketika kita
gunakan untuk hal-hal yang baik, jika kita menyebarkan nasehat dan dibaca oleh
banyak orang maka kita akan berpahala. Begiru juga sebaliknya.” Kata beliau.
Kita punya perihal berbeda dan kondisi yang tidak sama
ketika sedang mempergunakan sosial media. Mungkin sedang marah, rapuh, senang
atau susah. Nah, ketika hal-hal rentan seperti inilah yang kemudian terbitlah
setatus meyayat hati.
Diakhir diskusi kami sepakat dengan satu kesimpulan,
bahwa selayaknya kita mempergunakan sosmed dengan bijak dan bertanggung jawab. Bijak
dalam menyampaikan dan bertanggung jawab terhadap apa yang disampaikan dunia
akhirat. Semoga!
0 Coment:
Post a Comment